Posts

Showing posts from February, 2014

Nafsu duniawi (Puisi)

menjalin hidup tidaklah mudah
setiap hari berpikir untuk besok
apa yang akan terjadi tidak tahu

selalu ingin duniawi
selalu mengumbar nafsu
berpikir untuk materi
wanita pun bisa dibeli

apakah sudah tiada malu lagi
dalam diri sama seperti binatang
tiada takut mati, tiada pikir kapan mati

selalu ingin menampilkan diri
dalam posisi nafsu
selalu bangga dengan dosa
berfantasi laknat bagai mahkluk terkutuk

tidak mungkin tiada bajingan
selalu ada mata keranjang
melihat hal yang biadab
menjadi mahkluk tak beradab

setiap ada pemicu selalu diteruskan
tiada mau menahan hingga terus dilakukan
kenapa bisa jadi begini ?
lebih rendah dari binatang

selalu berbuat hingga berbau
tidak ada moral lagi yang tegak
semua merosot hingga ke akhirat
tidak menanam maka menuai jahanam

doa lupa, moralitas lupa
tidak ada kepastian lagi
terambang di dalam dosa
menjadi bangsa kafir
dimana itu ? tentu dalam diri

ingatlah, tidak tahu apakah besok sudah pergi
lebih baik bersiap sekarang
kalau kereta menjemput kita sud…

Itulah manusia (Puisi)

Malam yang sunyi seakan lenyap Fajar tiba menyising dengan sinarnya begitulah hidup bagai siang dan malam Sekarang kita hidup boleh tertawa Ajal menjemput janganlah kita berduka siapa yang tahu kapan kita tiada
Hidup yang semu jangan terbawa nafsu buat apa membunuh hanya karena nafsu pandai-pandailah kita hidup jangan sampai moral meredup
teratai bisa hidup di lumpur
kenapa manusia tidak bisa melepaskan diri dari nafsu kekotoran batin hanya kepuasan sementara kenikmatan hanya kepuasan sementara
kenapa kita tidak mencari yang kekal dan abadi ? apakah dalam hidup itu sulit, sehingga selalu menyalahkan langit apakah tidak berpikir itu yang ditimbulkan akibat benih yang cacat benih yang cacat menghasilkan tanaman yang cacat
kenapa kita tidak menjadi teratai meskipun diatas lumpur bisa tumbuh bunga kenapa kita menjadi semak duri di gurun tandus
Hidup yang sekarang untuk hidup yang akan datang kenapa tidak mengumpulkan amal untuk nanti selalu berpikir egois dan angkuh merajalela dalam dir…