music

Saturday, 22 February 2014

Itulah manusia (Puisi)

Malam yang sunyi seakan lenyap
Fajar tiba menyising dengan sinarnya
begitulah hidup bagai siang dan malam
Sekarang kita hidup boleh tertawa
Ajal menjemput janganlah kita berduka
siapa yang tahu kapan kita tiada

Hidup yang semu jangan terbawa nafsu
buat apa membunuh hanya karena nafsu
pandai-pandailah kita hidup
jangan sampai moral meredup

teratai bisa hidup di lumpur
kenapa manusia tidak bisa melepaskan diri dari nafsu
kekotoran batin hanya kepuasan sementara
kenikmatan hanya kepuasan sementara

kenapa kita tidak mencari yang kekal dan abadi ?
apakah dalam hidup itu sulit, sehingga selalu menyalahkan langit
apakah tidak berpikir itu yang ditimbulkan akibat benih yang cacat
benih yang cacat menghasilkan tanaman yang cacat

kenapa kita tidak menjadi teratai
meskipun diatas lumpur bisa tumbuh bunga
kenapa kita menjadi semak duri di gurun tandus

Hidup yang sekarang untuk hidup yang akan datang
kenapa tidak mengumpulkan amal untuk nanti
selalu berpikir egois dan angkuh
merajalela dalam diri

bagai tikus yang rakus, selalu haus dan tidak pernah puas
kenapa harus seperti ini ? tidak takutkah terlahir sebagai tikus
jangan pikirkan besok masih bisa, jika besok tidak ada bagaimana?

waktu rahasia langit, siapa yang tahu apa yang terjadi
kita mati hal yang lumrah
namun bagaimana mempertangungjawabkannya
apakah api yang terlanjur besar bisa dipadamkan dalam waktu singkat
apakah bisa menahan derita dalam siksa api
yang kitapun tidak tahu kapan berakhir

selalu tidak sabar terus menuntut 
tidak mau berusaha, bagaimana bisa ? 
terus mengumpat tidak mau berdoa, bagaimana bisa ?




No comments:

Post a Comment