music

Sunday, 7 October 2012

Contoh lembar kerja praktikum fisika tentang listrik


LEMBAR KERJA I
         I.            Judul Percobaan           : Rangkaian Tertutup
        II.            Tujuan Percobaan       : Menyelidiki arus listrik pada rangkaian tertutup dan cara kerja sakelar pada rangkaian tertutup tak bercabang
      III.            Alat dan Bahan
No. Katalog
Nama Alat/Bahan
Jumlah
KAL 60
Catu-daya
1
FLS 20.01/096
Papan rangkaian
1
FLS 20.02/097
Penguhubung jembatan
3
FLS 20.04/101
Sakelar 1 kutub
1
FLS 20.06/103
Pemegang lampu
1
FLS 20.07/104
Bola Lampu
1
FLS 20.38/75-2
Kabel penghubung (merah)
1
FLS 20.38/75-3
Kabel penghubung (hitam)
1

     IV.            Prosedur Percobaan     :
A.      Persiapan Percobaan
1.       Persiapkan peralatan/komponen sesuai dengan daftar alat/bahan
2.       Susunlah rangkaian seperti gambar berikut!







3.       Hubungkan dengan catu-daya ke sumber tegangan dengan catatan
-         sesuaikan tegangan catu-daya dengan tegangan pada sumber tegangan
-         catu daya masih mati
4.       Pilih tegangan pada catu-daya 6V DC
5.       Hubungkan rangkaian ke terminal catu-daya dengan menggunakan kabel penghubung
6.       Periksa kembali
B.       Langkah-langkah
1.       Hidupkan catu-daya
2.       Tutup sakelar dan amati lampu
3.       Isi hasil pengamatan pada tabel
4.       Buka sakelar dan amati lampu
5.       Isi hasil pengamatan pada tabel



      V.            Hasil Pengamatan

Keadaan Lampu
Keadaan sakelar
Mati
Nyala
Tertutup (0)
-

Terbuka (1)

-

     VI.            Pertanyaan
1.       Rangakaian manakah yang lampunya menyala?
*        Rangkaian tertutup.
2.       Apakah syarat yang harus dipenuhi agar arus listrik mengalir dalam suatu rangkaian?
*        Rangkaian listrik harus tertutup.
*        Ada beda potensial antara 2 titik dalam rangkaian.
3.       Bagaimanakah arah arus listrik?
*        Berlawanan dengan arah arus elektron.
4.       Tulislah alat-alat yang menggunakan sakelar!
*        Lampu, blender,

LEMBAR KERJA II
         I.            Judul Percobaan           : Pengukuran Kuat Arus dan Tegangan Listrik I
        II.            Tujuan Percobaan        : Mempelajari cara penggunaan alat ukur listrik
      III.            Alat dan Bahan
No. Katalog
Nama Alat/Bahan
Jumlah
KAL 60
Catu-daya
1
FLS 20.38/75-2
Kabel penghubung (merah)
2
FLS 20.38/75-3
Kabel penghubung (hitam)
2
FLS 20.01/096
Papan rangkaian
1
FLS 20.02/097
Penguhubung jembatan
5
FLS 20.04/101
Sakelar 1 kutub
1
FLS 20.06/103
Pemegang lampu
1
FLS 20.07/104
Bola Lampu 6V/3W
1
KAL 41
Meter dasar 90
1
     IV.            Prosedur Percobaan     :
A.      Persiapan Percobaan
1.       Persiapkan peralatan/komponen sesuai dengan daftar alat/bahan
2.       Susunlah rangkaian seperti gambar berikut! Dengan catatan
-         Sakelar dalam posisi terbuka (0)
-         Basic meter berfungsi sebagai amperemeter dengan batas ukur 5 A









3.       Hubungkan catu-daya ke sumber tegangan (alat masih mati)
4.       Pilih tegangan pada catu-daya 3V DC
5.       Hubugkan rangkaian ke terminal catu-daya (gunakan kabel penghubung)
6.       Periksa kembali
B.       Langkah-langkah
1.       Hidupkan catu-daya (on)
2.       Tutup sakelar (1) amati besar kuat arus pada amperemeter, catat pada tabel
3.       Buka sakelar (0)
4.       Matikan catu-daya
5.       Ubah tegangan mejadi 6V, catat pada tabel


6.       Ubah rangkaian menjadi gambar berikut!








7.       Hidupkan catu-daya (on) pada 3V
8.       Tutup sakelar, amati besar tegangan pada Voltmeter, catat pada tabel
9.       Buka sakelar (0)
10.   Ubah tegangan menjadi 6V dan ulangi langkah 9

      V.            Hasil Pengamatan
Tabel 1
Tegangan catu-daya
Kuat arus pada amperemeter
3V
0,16 A
6V
0,23 A
Tabel 2
Tegangan catu-daya
Kuat arus pada Volt meter
3V
33 V
6V
66 V

     VI.            Pertanyaan
1.       Apakah alat untuk mengukur kuat arus listrik?
*        Amperemeter.
2.       Bagaimana cara pemasangannya
*        Pemasangannya dihubungkan secara seri.
3.       Apakah alat untuk mengukur tegangan listrik?
*        Voltmeter.
4.       Bagaimana cara pemasangannya?
*        Pemasangannya dihubungkan secara pararel.
   VII.            Kesimpulan
1.       Untuk mengukur kuat arus listrik digunakan amperemeter, yang penggunaannya harus dihubungkan secara seri dengan komponen listrik lainnya.
2.       Untuk mengukur tegangan listrik digunakan volt meter, yang penggunaannya harus dihubungkan secara pararel dengan komponen listrik lainnya.



LEMBAR KERJA III
         I.            Judul Percobaan           : Pengukuran Kuat Arus dan Tegangan Listrik II
        II.            Tujuan Percobaan        : Mempeajari cara pengukuran arus dan tegangan dalam suatu rangkaian listrik
      III.            Alat dan Bahan
No. Katalog
Nama Alat/Bahan
Jumlah
KAL 60
Catu-daya
1
FLS 20.38/75-2
Kabel penghubung (merah)
3
FLS 20.38/75-3
Kabel penghubung (hitam)
3
FLS 20.01/096
Papan rangkaian
1
FLS 20.02/097
Penguhubung jembatan
4
FLS 20.07/104
Bola Lampu 6V/3W
1
KAL 41
Meter dasar 90
2
FLS 20.04/101
Sakelar 1 kutub
1
FLS 20.06/103
Pemegang lampu
1
     IV.            Prosedur Percobaan
A.      Persiapan Percobaan
1.       Persiapkan peralatan sesuai daftar alat/bahan
2.       Susunlah rangkaian seperti gambar berikut! (gambar 1)








3.       Sakelar dalam keadaan terbuka (0)
4.       Sebuah basic meter berfungsi sebagai amperemeter dengan batas ukur 1A DC, dan sebuah lagu berfungsi sebagai voltmeter dengan batas ukur 10V DC
5.       Hubungkan catu-daya ke sumber tegangan dalam keadaan mati (off)
6.       Pilih tegangan pada catu-daya 3V DC
7.       Hubungkan rangkaian ke terminal catu-daya (gunakan kabel penghubung)
8.       Periksa kembali rangkaian
B.       Langkah-langkah
1.       Hidupkan catu-daya
2.       Tutup sakelar (1)
3.       Amati lampu dan baca nilai yang ditunjukan amperemeter dan voltmeter, catat hasil pengamatan pada tabel
4.       Buka sakelar(0) dan ulangi percobaan di atas dengan tegangan catu-daya 6V
5.       Lakukan langkah 1-3
6.       Buka sakelar
7.       Matikan catu-daya
8.       Ubah seperti gambar berikut ini (gambar 2), dan ubah catu daya ke tegangan 3V





9.       Ulangi langkah 1-8

      V.            Hasil Pengamatan
Rangkaian pertama (gambar 2)
Tegangan catu-daya
Arus pada amperemeter
Tegangan pada volt meter
3V
0,16 A
3 V
6V
0,23 A
6 V
Rangkaian kedua (gambar 3)
Tegangan catu-daya
Arus pada amperemeter
Tegangan pada volt meter
3V
0,16 A
3 V
6V
0,23 A
6 V

     VI.            Pertanyaan
1.       Dari gambar 2, pengukuran yang tepat ditunjukan oleh alat ukur
*         
2.       Dari gambar 3, pengukuran yang tepat ditunjukan oleh alat ukur
*         


LEMBAR KERJA IV
         I.            Judul Percobaan           : Hukum Ohm
        II.            Tujuan Percobaan        : Menyelidiki hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan listrik
      III.            Alat dan Bahan
No. Katalog
Nama Alat/Bahan
Jumlah
KAL 60
Catu-daya
1
FLS 20.38/75-2
Kabel penghubung (merah)
1
FLS 20.38/75-3
Kabel penghubung (hitam)
1
FLS 20.01/096
Papan rangkaian
1
FLS 20.04/101
Sakelar 1 kutub
1
FLS 20.02/097
Penguhubung jembatan
2
KAL 41
Meter dasar 90
2
FLS 20.22/120
Hambatan tetap 47 Ohm
1
FLS 20.23/121
Hambatan tetap 100 Ohm
1
     IV.            Prosedur Percobaan
A.      Persiapan Percobaan
1.       Persiapkan peralatan sesuai dengan daftar alat/bahan
2.       Susun alat seperti gambar berikut! Gunakan hambatan tetap 100 ohm







 
3.       Sakelar dalam keadaan terbuka (0)
4.       Hubungkan catu-daya  ke sumber tegangan dalam keadaan mati (off)
5.       Pilih tegangan 3V DC
6.       Hubungkan rangkaian ke terminal catu-daya (gunakan kabel penghubung)
7.       Periksa kembali
B.       Langkah-langkah
1.       Tutup sakelar (1) baca kuat arus dan tegangan
2.       Hitung besarnya hambatan berdasarkan data tegangan dan kuat arus
3.       Catat hasil pengamatan pada tabel
4.       Buka sakelar (0)
5.       Matikan catu-daya
6.       Ganti hambatan tetap 100 ohm dengan 47 ohm
7.       Ulangi langkah 1 – 3
8.       Buka sakelar (0)
9.       Matikan catu-daya
10.   Pilih tegangan catu-daya 6V DC
11.   Ulangi langkah 1-7

      V.            Hasil Pengamatan
Catu-daya
1=47 ohm
V
I
2 = 100 ohm
V
I
V
I
V
I
3V
3V
0,07A
42,8Ω
3V
0,03A
100Ω
6V
6V
0,12A
56Ω
6V
0,06A
100Ω
9V
9V
0,19A
47,36Ω
9V
0,09A
100Ω
12V
12V
0,25A
48Ω
12V
0,12A
100Ω

     VI.            Pertanyaan
Buatlah pada selembar kertas grafik, grafik antara beda potensial V terhadap kuat arus!
   VII.            Kesimpulan
1.       Perbandingan tegangan terhadap kuat arus (V/I) disebut resistansi/hambatan.
2.       Untuk tegangan tetap, semakin besar hambatannya maka kuat arus semakin

3.       Untuk hambatan tetap, semakin besar tegangannya maka kuat arus semakin

No comments:

Post a Comment