Festival Qing Ming (Chin Min)

Chin Min

Chin Min adalah festival budaya etnis Tionghoa membersihkan makam leluhur yang dilakukan setiap tahun. Biasanya saat untuk pergi ke makam adalah pagi hari dan dimulai sekitar jam 4 pagi. Perlengkapan yang harus dibawa adalah sam sang (ayam, babi, ikan), cha/teh, phak ciu/arak putih,  kue-kue, buah-buah, dupa, lilin, kertas sembahyang (kim ci, nyun ci), dan aksesoris (baju, tas, koper, dll).

Untuk leluhur jumlah sam sang tergantung pada budaya masing-masing (berdasarkan pengalaman saya: teh 3 cangkir, arak 5 cangkir dan tu ti pak kung (dewa bumi)/liung sin (dewa naga) menggunakan 1 sam sang, arak dan teh juga masing-masing 1 cangkir).


ini yang leluhur

ini Liung Sin (Dewa Naga)

Menurut tradisi keluarga kalau leluhur yang meninggal mempunyai anak laki-laki mesti meletakkan sepasang chong chien yang diletakkan di depan makam.
chong chien

Festival ini berdasarkan ajaran Kong Hu Cu untuk berbakti pada leluhur. Menurut saya acara ini dapat dijadikan ajang untuk berkumpul bersama keluarga. Lalu setelah kita meletakkan perlengkapan tersebut kita wajib pai (sembahyang) dan menunggu kira-kira 2 sampai 3 jam. Setelah itu dapat kita membereskan sesajian, tapi sebelumnya kita harus pai kim ci dan aksesoris. Kemudian dibakar bersama-sama secara perlahan-lahan.

Sambil dibakar kita menuangkan teh dan arak secara bergiliran melingkari api yang membakar dan juga dupa beserta sisanya kita cabut dan letakkan bersama-sama pembakaran. Setelah itu kita dapat membawa makanan yang disembahyangkan untuk kita bawa pulang.

Semoga info dari saya bermanfaat dan artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya. Jika ada kritik yang bersifat membangun silahkan dimasukkan pada kolom comment ya...

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Cerita Sangkuriang

Sejarah Singkat Agama Hindu

Sistem Ekonomi yang pernah dianut oleh Indonesia